sikoracerestia.com - アニメ愛好家の皆さん、こんにちは! Dunia komunitas anime global kembali diguncang oleh fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah pencatatan skor di situs database anime terbesar dunia, MyAnimeList (MAL). Hanya berselang beberapa hari setelah penayangan episode perdananya pada pertengahan Januari 2026 ini, Sousou no Frieren (Frieren: Beyond Journey’s End) Season 2 mencatatkan pencapaian yang mencengangkan. Anime garapan studio Madhouse ini langsung melesat naik dan menduduki takhta peringkat satu Top Anime di MyAnimeList, sebuah posisi yang sebelumnya dipegang teguh oleh pendahulunya sendiri, Sousou no Frieren Season 1. Kejadian Frieren mengalahkan Frieren ini menjadi topik perbincangan di berbagai forum diskusi yang berkaitan dengan anime ini, menandakan bahwa antusiasme penggemar terhadap kelanjutan perjalanan sang penyihir abadi tidak surut sedikit pun karena menunggu lama, melainkan justru semakin membuat fansnya penasaran tentang kelanjutan dari anime ini. Saat artikel ini dibuat pada (21/1) anime ini telah mendapatkan skor 9.31 diakumulasi dari penilaian 27,543 user MAL.

Melonjaknya skor musim kedua ini ke posisi puncak dalam waktu singkat bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Biasanya, sebuah sekuel anime membutuhkan waktu beberapa episode untuk membuktikan kualitasnya sebelum para penggemar berani memberikan nilai sempurna. Namun, lonjakan skor instan ini menjadi bukti validasi bahwa episode pertama Season 2 berhasil memenuhi, bahkan melampaui, ekspektasi pemirsa yang sudah tinggi. Kualitas animasi yang tetap konsisten memukau, arahan sutradara yang piawai dalam membangun atmosfer melankolis namun hangat, serta musik latar gubahan Evan Call yang kembali menyentuh hati, membuat para penonton tidak ragu untuk langsung memberikan skor 10/10 segera setelah menonton episode pertama.

Tangkapan Layar Website MyAnimeList, Menampilkan Anime Sousou no Frieren 2nd Season Berada Diperingkat Satu Yang Diikuti oleh Season 1 dan Chainsaw Man Movie: Reze-hen.

Pemandangan di papan atas MyAnimeList saat ini menjadi sangat unik. Jika selama bertahun-tahun posisi puncak menjadi ajang perebutan sengit antara judul-judul legendaris seperti Fullmetal Alchemist: Brotherhood melawan penantang baru, kini dua posisi teratas justru dikuasai oleh satu seri yang sama. Hal ini menegaskan dominasi Sousou no Frieren sebagai anime fantasi definitif di era modern. Para penggemar menilai bahwa transisi cerita menuju arc baru di musim kedua ini dieksekusi dengan sangat halus tanpa kehilangan identitas aslinya walau ada pergantian sutradara dari Keiichirō Saitō kepada Tomoya Kitagawa. Narasi tentang perjalanan waktu, kenangan, dan makna kehidupan yang menjadi nyawa utama serial ini tetap terasa kental, membuat penonton merasa seolah-olah tidak pernah berpisah dengan Frieren, Fern, dan Stark sejak musim pertama berakhir.

Meskipun saat ini Sousou no Frieren Season 2 sedang menikmati posisi di puncak, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Dalam mekanisme penilaian komunitas daring, skor sebuah serial yang baru tayang ("on-going") cenderung fluktuatif dan bisa berubah seiring berjalannya episode. Sering kali terjadi fenomena recency bias, di mana penonton memberikan nilai tinggi karena terbawa suasana hype awal. Namun, melihat rekam jejak Studio Madhouse dan materi sumber dari manga yang akan diadaptasi nterutama bagian cerita Dataran Tinggi Utara yang digadang-gadang lebih intens banyak pengamat optimis bahwa posisi ini bukan sekadar keberuntungan sesaat. Frieren memiliki fondasi cerita yang kuat untuk mempertahankan gelarnya hingga akhir musim.

Fenomena ini mengirimkan sinyal kuat kepada industri animasi Jepang bahwa penonton sangat menghargai adaptasi yang digarap dengan hati dan dedikasi tinggi. Bagi Anda yang belum sempat menonton, peringkat nomor satu ini adalah jaminan mutu bahwa Sousou no Frieren Season 2 adalah tontonan wajib di awal tahun 2026. Kita sedang menyaksikan sebuah karya klasik masa depan yang sedang ditulis sejarahnya di depan mata kita sendiri. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang bisa mengalahkan Frieren, melainkan seberapa lama Frieren bisa bertahan melawan standar tinggi yang ia ciptakan sendiri.