sikoracerestia.com - Fenomena kenaikan harga memori akses acak atau RAM atau Random Access Memory di pasar global belakangan ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan antusias teknologi dan pelaku industri komputer. Jika Anda berencana merakit PC atau melakukan upgrade memori tahun ini, Anda mungkin menyadari adanya tren kenaikan harga yang cukup signifikan. Penyebab utamanya bukanlah sekadar inflasi biasa, melainkan lonjakan kebutuhan perangkat keras untuk mendukung ekosistem Kecerdasan Buatan (AI) yang sedang meledak. Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa kini berlomba-lomba mengamankan stok memori berperforma tinggi untuk pusat data mereka, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan stok di level konsumen ritel.

 

 

Secara teknis, pengembangan model AI berskala besar seperti ChatGPT memerlukan daya komputasi yang luar biasa dari unit pemroses grafis (GPU) kelas atas. GPU tersebut membutuhkan jenis memori khusus yang disebut High Bandwidth Memory (HBM). Karena margin keuntungan dari penjualan memori untuk server AI jauh lebih tinggi daripada memori untuk PC rumahan, para raksasa manufaktur seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mulai mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka dari jalur produksi DRAM konvensional seperti DDR4 dan DDR5 ke jalur produksi HBM. Pengalihan sumber daya produksi ini secara otomatis menciptakan kelangkaan pasokan relatif di pasar konsumen umum.

Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini memicu hukum pasar yang klasik: ketika barang sulit ditemukan sementara kebutuhan tetap ada, harga akan merangkak naik. Laporan dari firma riset pasar menunjukkan bahwa utilitas pabrik memori telah mencapai kapasitas penuh, namun fokusnya tetap pada pemenuhan kontrak jangka panjang dengan penyedia layanan cloud dan pengembang server AI. Dampaknya, stok chip DRAM untuk modul RAM PC menjadi lebih terbatas. Para analis memprediksi bahwa kenaikan harga ini tidak akan mereda dalam waktu singkat selama permintaan terhadap infrastruktur AI global terus mencapai rekor baru setiap kuartalnya.

Selain pergeseran kapasitas produksi, kompleksitas manufaktur memori generasi terbaru juga menjadi faktor tambahan. Memproduksi chip memori untuk kebutuhan AI memerlukan tingkat presisi dan biaya yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi struktur biaya produksi secara keseluruhan di seluruh lini produk memori mereka. Bagi konsumen, hal ini berarti kita harus bersiap menghadapi periode "musim mahal" untuk komponen memori. Dinamika ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh revolusi AI dalam mengubah peta ekonomi perangkat keras dunia, di mana kebutuhan data yang masif kini menjadi penentu utama harga komponen di atas meja kerja kita.

Sumber: TrendForce - TrendForce sering mengeluarkan laporan berkala mengenai harga kontrak DRAM dan bagaimana permintaan server AI menekan pasar konsumenTom's Hardware - Situs ini sering mengulas dampak produksi HBM terhadap ketersediaan RAM DDR5 untuk publikReuters Business News - Berita mengenai pergeseran strategi manufaktur Samsung dan SK Hynix dalam memprioritaskan HBM untuk pesanan Nvidia dan perusahaan AI lainnya.